name="alexaVerifyID" Tips: Using Psychological Techniques in Selling

Selasa, 29 Juni 2010

Tips: Using Psychological Techniques in Selling

Tips: Sukses Menjual dengan Teknik Psikologi

Menjual merupakan sesuatu yang sangat sulit bagi sebagian orang yang tidak berkecimpung di dunia penjualan atau marketing. Dalam dunia marketing, selling atau menjual  merupakan kegiatan menukar suatu barang atau jasa dengan uang atau jasa dengan maksud meraih keuntungan atau laba. Bukankah begitu tohitem?

Sebelum menjual sangat penting untuk memahami kondisi psikologi atau kejiwaan kita sendiri. Sikap yang positif merupakan jalan pertama menuju kesuksesan penjualan. Kemampuan menjual bukan bawaan sejak lahir, namun diperlukan mental dan keyakinan serta latihan baik formal maupun non formal.
Kali ini tohitem akan mencoba memberikan tips untuk para penjual, salesman, marketing dan siapa saja yang berminat dan berniat untuk menjual apapun dengan hasil memuaskan. Berikut ini beberapa persiapan kondisi psikologi apa saja yang diperlukan sebelum melakukan penjualan (Using Psychological Techniques in Selling) yang say adopsi dari Dr. Billy Kueek:

Keyakinan

Keyakinan merupakan hal mendasar dalam hidup kita. Keyakinan berkaitan dengan hati,

yang secara tidak langsung membentuk model mental kita, yang pada akhirnya menjadi karakter jatidiri kita. Keyakinan bukanlah fakta, karena berkaitan dengan kaidah atau aturan hidup setiap orang.
Jadi, ketika kita meyakini sesuatu hal maka hal tersebut secara perlahan akan membentuk pola pikir kita. Dalam kaitan menjual, Ketika kita berpikir tidak bisa melakukan suatu penjualan, maka sebenarnya kita telah menanamkan sesuatu hal secara negatif. Jika kita berpikir negatif terhadap produk, perusahaan, service, prospek dan diri sendiri, maka sebenarnya pula kita telah membuat suatu kegagalan dalam penjualan.
Kesimpulannya, keyakinan akan membentuk pola pikir dan hasil yang ingin kita raih. Apabila kita berkeyakinan positif terhadap diri kita, maka hal positif yang akan menghampiri kita.
Maka, sebelum menjual mesti menguji keyakinan kita, koreksilah dan cari adanya alternatif terhadap cara pikir negatif kita. Ubahlah pemikiran negatif terhadap profesi, produk, perusahaan, service, prospek dan diri sendiri sebagai asumsi, dan bukan sebagai fakta/kebenaran. Dan jangan takut dengan target, karena sebagai penjual/sales target merupakan hal biasa dan tak perlu dikeluhkan. Berpikirlah, target=bonus, semakin tinggi target maka bonus atau insentif juga kian tinggi. Bukankah ini yang kita cari tohitem?

Sebagai penjual atau sales, kita wajib meyakini tiga hal ketika kita sedang melakukan prospek penjualan:
1. adalah hal yang mungkin untuk dicapai
2. adalah hal yang mampu untuk dicapai
3. adalah hal yang layak untuk di capai

Jadi, kenapa nggak berkeyakinan positif saja tohitem?


Kemungkinan dan Kemampuan

Hal yang sering terjadi pada kebanyakan kita, para penjual atau salesman adalah: mudah menyerah karena tidak mempunyai keyakinan bahwa kita mampu melakukan sesuatu. Kurang percaya diri terhadap kemampuan diri sendiri. Bukankah dalam dunia penjual/sales sering kita dapat kata-kata motivasi: Sesuatu akan berubah kalau kita mengubahnya?
Nah, berikut ini tips tohitem untuk merubah keyakinan negatif menjadi keyakinan yang jauh lebih positif, cobalah camkan, renungkan dan yakinkan:

saya belum maksimal dengan kemampuan saya...!!

Cobalah berpikir terbuka, jangan berkata pada orang lain kalau kita tidak mampu menjual waktu itu, walaupun hanya terlintas dalam pikiran! Jangan bunuh diri dengan kepicikan pikiran negatif kita, bukankah kita tahu bahwa orang-orang yang berhasil, selalu berpikir positif dan pantang menyerah dalam segala hal? 
Tetapi, terkadang kita ini lucu, kita justru sangat siap atas keburukan atau kegagalan daripada kemungkinan tingkat keberhasilannya. Kita mudah lengah oleh pikiran negatif kita. Obrolan dan pikiran negatif tentang kegagalan justru membatasi kesuksesan kita sendiri. Namun, jika kita sudah terjebak dalam pola pikir konyol seperti itu, cepatlah tambah kata "BELUM"... Iya kan, kita kan belum melakukannya, belum mencobanya, belum menjualnya, dan belum..belum... Kenapa mesti gagal sebelum kita melakukan apa-apa tohitem? hehe..

saya merasa itu mustahil karena saya belum belajar melakukannya

Sangat beda antara kemungkinan dan kemampuan! Tidak mungkin terjadi hal yang mustahil sebelum kita melakukan penjualan, masih banyak kemungkinan yang akan terjadi! Terkadang kita keburu ketakutan karena menyadari kemampuan kita, tapi kenapa tidak dicoba dulu? Sebagai contoh salesman mobil; target penjualan 50 unit mobil per bulan? huh, mustahil!! STOP!! jangan menyerah dulu, kenapa tidak berkeyakinan positif bahwa kita mampu  dan bisa? perbanyak prospek, penjualan fleet ke perusahaan besar dsb. Percayalah setiap satu jalan selalu ada jalan lainnya...

Persiapan untuk Meraih Kesempatan

kondisi psikologi yang dibutuhkan sebelum menjual berikutnya adalah persiapan. Product Knowledge, penguasaan pengetahuan secara detail akan produk yang akan kita jual menjadi hal mutlak. Ketahui siapa prospek kita.

Bagaimana jika...??

Salah satu cara efektif persiapan sebelum menjual adalah dengan menjawab pertanyaan tersebut. Dengan pertanyaan itu, akan memikirkan respon jawaban yang akan kita jelaskan pada prospek kita.

Bagaimana jika prospek bertanya tentang...?
Bagaimana jika prospek memaksa menurunkan harga...?
Bagaimana jika saya tidak setuju dengan kemauan prospek?
dst...

Teruslah berpikir, kemungkinan prospek bertanya "bagaimana jika..?" Semakin banyak pertanyaan yang kita munculkan akan membuat kreatifitas kita dalam menjawab pertanyaan dari prospek. Secara tidak langsung kita akan menguasai product knowledge atas barang atau jasa yang akan kita jual.

Selamat menjual..


2 comments:

Anonim mengatakan...

mantap teorinya tapi gak berlaku di republik mimpi karna banyak penyamun dan penipu ulung dan akal akalan mafia wkwkwkkwkwkwwk, contohnya ada disuatu daerah republik mimpi ada seorang pengusaha modal nekat, preman, monopoli, maksa terus kekayaannya saat ini lebih besar dari pendapatan asli daerah tersebut pertahunnya nah terus itu pake psikologi apa ya hihihihihi, tapi sip sip mantap tips nya maju terus...hehe

theprihans mengatakan...

hehe..mas/mbak ano, kalo yang itu mah bisa di tanyakan pada para koruptor, mungkin psikologi koruptor ya..hehe